Membaca sajak inovatif

 membaca sajak inovatif

 

seperti cantik perempuan,

lentik punggung dan jari,

raut bibir dan pipi,

kadang-kadang keindahan

hanya lompatan gimnastik

dari tarian istilah,

ghairah main

yang lupa makna.

 

biarlah aku memilih

gumpalan citra berdarah

dan kias pedang di medan

yang meleleh kenyataan

dan makna busuk kehidupan.

 

cambridge

3 disember 2006

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *